Kembali ke Blog
Teknologi

Cara Membuat Label Barcode Sendiri untuk Produk Tanpa Barcode

Tim FreeKasir12 September 20267 menit membaca

Produk tanpa barcode pabrik, seperti baju, kue, buah, barang thrift, atau produk rumahan, bisa diberi barcode internal buatan sendiri: tetapkan kode unik per produk, ubah menjadi barcode, cetak sebagai label stiker, tempel, lalu pindai dengan kamera HP di meja kasir. Tidak perlu pendaftaran ke lembaga mana pun selama barcode itu hanya dipakai di toko Anda sendiri.

Ada tiga keputusan yang menentukan berhasil atau tidaknya: format barcode, cara menyusun kode, dan cara mencetak. Ketiganya dibahas berurutan di bawah.

Format barcode mana yang dipilih?

Format Isi Kelebihan Cocok untuk
Code 128 Huruf dan angka, panjang bebas SKU langsung jadi barcode, ringkas Kode internal toko (rekomendasi)
EAN-13 13 digit angka Tampak seperti barcode pabrik Toko yang ingin format seragam dengan produk pabrikan
QR code Teks panjang Muat banyak data, tahan rusak sebagian Label yang juga menyimpan info lain

Untuk sebagian besar toko, Code 128 adalah pilihan paling praktis karena kode produk yang sudah Anda pakai di aplikasi kasir bisa langsung dicetak tanpa diubah menjadi angka.

Bagaimana menyusun kode yang tidak menyulitkan di kemudian hari?

  1. Pola tetap: kategori, atribut, nomor urut. Contoh BJ-KM-M-014 untuk baju, kemeja, ukuran M, nomor 14. Pola yang sama dipakai untuk penamaan produk di artikel input ratusan produk.
  2. Jangan masukkan harga ke dalam kode. Harga berubah, label tidak. Harga hidup di aplikasi kasir, kode hanya pengenal.
  3. Jangan pakai ulang kode barang yang sudah habis, terutama untuk barang unik seperti thrift. Riwayat penjualan menempel pada kode.
  4. Simpan daftar kode induk di aplikasi kasir sebagai sumber kebenaran, bukan di kepala atau di catatan terpisah.
  5. Tetap pendek. Kode 8 sampai 12 karakter cukup; makin panjang, barcode makin lebar dan makin sulit dipindai kamera.

Cara mencetak label: tiga jalur dan biayanya

Jalur Modal Awal Biaya per Label Cocok untuk
Printer rumah + kertas stiker A4 Rp0 jika sudah punya printer Sekitar Rp15–25 + tinta Mulai hari ini, puluhan sampai ratusan label
Printer label thermal Rp300.000–600.000 Sekitar Rp10–20, tanpa tinta Toko yang melabeli rutin tiap minggu
Jasa cetak stiker Rp0 Bervariasi, murah untuk ribuan Batch besar sekali jalan

Angka di atas perkiraan pasaran dan bervariasi. Printer struk thermal 58 mm yang sudah Anda pakai untuk struk umumnya tidak dirancang untuk stiker, jadi jangan diandalkan untuk label; pemilihan printer struk itu sendiri dibahas di artikel printer thermal murah untuk kasir HP.

Langkah dari nol sampai label tertempel

  1. Daftarkan produk dan kodenya di aplikasi kasir lebih dulu, agar kode yang dicetak pasti ada di sistem.
  2. Buat gambar barcode dari kode itu memakai generator barcode gratis, aplikasi pembuat label, atau spreadsheet dengan font barcode. Pilih Code 128.
  3. Susun ke templat label sesuai ukuran stiker: kode di bawah gambar barcode dalam huruf yang bisa dibaca manusia, ditambah nama singkat produk.
  4. Cetak lima label percobaan dan pindai semuanya dengan kamera HP di aplikasi kasir. Kalau ada yang gagal, perbesar label atau tambah kontras sebelum mencetak massal.
  5. Tempel di posisi yang sama untuk semua produk sejenis, di permukaan rata, agar kasir tidak mencari-cari.

Kenapa label gagal dipindai?

  • Terlalu kecil. Kamera HP butuh garis yang cukup lebar; label di bawah 2,5 cm sering gagal.
  • Kontras rendah. Tinta hitam di stiker putih; hindari stiker berwarna atau cetakan abu-abu karena tinta hampir habis.
  • Permukaan melengkung atau mengilap. Botol bulat dan plastik glossy memantulkan cahaya; tempel di bagian paling rata.
  • Kode ganda. Dua produk dengan kode sama membuat kasir memilih yang salah. Aplikasi kasir yang menolak kode duplikat mencegah ini sejak input.

Cara kerja pemindaian lewat kamera dan batasannya dibahas di artikel barcode scanner kamera HP. Untuk toko dengan puluhan varian ukuran dan warna, label internal adalah pembeda antara kasir yang menebak dan kasir yang memindai, seperti diuraikan di artikel aplikasi kasir toko baju.

Pindai label buatan sendiri di FreeKasir

FreeKasir adalah aplikasi kasir gratis tanpa iklan yang berjalan offline-first: transaksi disimpan di perangkat lebih dulu, lalu tersinkron ke FreeKasir Cloud secara berkala saat online. Kode produk bebas Anda tentukan, huruf maupun angka, dan label yang Anda cetak sendiri bisa dipindai langsung dengan kamera HP tanpa alat tambahan. Karena tidak ada batas jumlah produk, ratusan kode internal untuk baju, kue, atau barang thrift tetap tertampung tanpa biaya berlangganan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah harus mendaftar ke GS1 untuk membuat barcode sendiri?

Tidak, selama barcode itu hanya dipakai di toko Anda sendiri. Pendaftaran GS1 diperlukan bila produk Anda akan dijual lewat ritel besar atau marketplace yang mewajibkan barcode global. Untuk kebutuhan internal, Anda bebas membuat kode apa pun; kalau memakai format EAN-13, awalan 20 sampai 29 memang dicadangkan untuk penggunaan internal toko.

Format barcode apa yang paling cocok untuk kode internal?

Code 128. Ia bisa memuat huruf dan angka, sehingga kode SKU seperti BJ-KM-M-01 bisa langsung dijadikan barcode tanpa konversi, dan hasilnya ringkas. EAN-13 hanya angka dan panjangnya tetap 13 digit, cocok kalau Anda ingin tampilan seperti barcode pabrik. QR code memuat lebih banyak data tapi membutuhkan pemindai yang mendukungnya.

Berapa biaya mencetak label barcode sendiri?

Paling murah adalah printer inkjet atau laser yang sudah Anda punya dengan kertas stiker A4, sekitar Rp25.000 sampai Rp40.000 per 50 lembar yang cukup untuk ratusan label. Printer label thermal khusus berkisar Rp300.000 sampai Rp600.000 dengan stiker gulung yang lebih murah per label dan tidak butuh tinta. Untuk batch ribuan label, jasa cetak stiker sering paling hemat.

Apakah barcode buatan sendiri bisa dipindai dengan kamera HP?

Bisa, asalkan labelnya cukup besar, minimal sekitar 2,5 cm lebar untuk Code 128 pendek, dicetak dengan kontras tinggi di permukaan rata, dan tidak buram. Uji pindai lima label pertama sebelum mencetak massal, karena kesalahan ukuran atau kontras baru terlihat saat dipindai.

Ingin Mengelola Toko Lebih Mudah?

Gunakan FreeKasir untuk mencatat penjualan, menghitung HPP, dan memantau stok otomatis secara real-time. 100% gratis, offline-first, dan data tersinkron aman ke cloud!

Mulai Gunakan FreeKasir