Kembali ke Blog
Stok

Cara Mencatat Barang Bonus dari Supplier (Beli 10 Gratis 1) agar HPP Tidak Salah

Tim FreeKasir14 September 20267 menit membaca

Barang bonus dari supplier, seperti beli 10 gratis 1, harus dicatat sebagai stok masuk dengan harga beli nol dalam pembelian yang sama. Dengan metode HPP rata-rata, bonus itu otomatis menurunkan HPP setiap unit, stok di sistem tetap cocok dengan rak, dan tambahan margin dari kemurahan supplier muncul di laporan laba. Dua cara lain yang lazim dipakai, mengabaikannya atau mencatatnya dengan harga normal, sama-sama membuat angka Anda salah, hanya arah salahnya yang berbeda.

Ini kasus kecil yang terjadi hampir setiap kali kulakan, dan justru karena kecil ia jarang dipikirkan. Padahal untuk produk bermargin tipis, satu unit bonus per sepuluh bisa mengubah margin dari 17% menjadi 24%.

Tiga cara mencatat, hanya satu yang benar

Contoh: Anda membeli 10 botol kecap seharga Rp10.000 per botol, total Rp100.000, dan mendapat 1 botol bonus. Harga jual Rp12.000.

Cara Mencatat Stok di Sistem HPP per Botol Nilai Persediaan Akibat
Bonus tidak dicatat 10 (rak: 11) Rp10.000 Rp100.000 Stok meleset, botol bonus terjual "tanpa jejak"
Bonus dicatat harga normal 11 Rp10.000 Rp110.000 (fiktif) Persediaan digelembungkan, laba terlihat kecil
Bonus dicatat Rp0 11 Rp9.091 Rp100.000 Semua benar

Dengan cara ketiga, margin per botol menjadi Rp12.000 dikurangi Rp9.091, yaitu Rp2.909 atau 24,2%, dibanding Rp2.000 atau 16,7% tanpa bonus. Itu tambahan margin sekitar 7,5 poin yang hanya akan terlihat kalau bonusnya tercatat dengan benar. Dasar perhitungan HPP-nya dibahas di panduan HPP.

Bagaimana HPP rata-rata bekerja saat ada bonus?

HPP rata-rata dihitung dari nilai seluruh stok dibagi jumlah unitnya, dan diperbarui setiap kali ada pembelian baru. Kalau sebelum kulakan Anda masih punya 5 botol dengan HPP Rp10.000:

  1. Nilai stok lama: 5 × Rp10.000 = Rp50.000.
  2. Nilai pembelian baru: Rp100.000 untuk 11 botol (10 dibayar, 1 bonus).
  3. HPP baru: (Rp50.000 + Rp100.000) dibagi (5 + 11) = Rp150.000 / 16 = Rp9.375.

Perhatikan bahwa bonus tidak membuat HPP langsung jatuh ke Rp9.091, karena stok lama ikut ditimbang. Inilah kenapa mencatat harus dilakukan pada pembelian yang sama: kalau botol bonus dimasukkan terpisah sebagai stok masuk Rp0 minggu depan, hasil akhirnya tetap benar secara matematis, tapi laporan margin di antara dua tanggal itu akan meleset. Mekanisme yang sama bekerja ke arah sebaliknya saat harga beli naik, seperti dijelaskan di artikel menaikkan harga jual saat harga beli naik.

Jenis bonus supplier dan cara mencatatnya

Jenis Contoh Cara Mencatat Efek ke HPP
Bonus barang sejenis Beli 10 gratis 1 Unit tambahan dengan harga beli Rp0, pembelian yang sama Turun, pembagi lebih besar
Diskon pembelian Potongan 5% untuk 1 karton Kurangi total harga beli pada pembelian itu Turun, pembilang lebih kecil
Bonus barang lain yang dijual Beli 1 karton dapat 6 mug Produk baru terpisah, HPP Rp0 Produk utama tidak berubah; mug 100% laba
Bonus barang untuk toko Kipas angin, rak display Tidak masuk stok dagangan Tidak ada
Rebate tunai Uang kembali setelah target bulanan Pendapatan lain-lain, bukan pengurang HPP per unit Tidak ada, masuk laba di luar margin

Kesalahan paling sering ada di baris ketiga: mug bonus dijual Rp15.000 dan uangnya masuk laci tanpa ada produk yang tercatat, sehingga kas lebih dan tidak ada yang tahu asalnya. Kalau bonus semacam itu rutin, ia layak dinegosiasikan sebagai bagian kesepakatan; caranya ada di artikel mengelola hubungan dengan supplier.

Kenapa selisih stok opname sering positif?

Kalau saat stok opname fisik justru lebih banyak dari sistem, tersangka pertamanya adalah bonus supplier yang tidak dicatat. Selisih plus terasa menyenangkan dan sering dibiarkan, padahal ia sinyal bahwa catatan pembelian Anda bocor. Setiap selisih positif yang ditemukan sebaiknya ditelusuri ke nota pembelian terakhir produk itu, lalu diperbaiki dengan penyesuaian stok bernilai Rp0 supaya HPP ikut turun, bukan sekadar menambah angka. Prosedur opnamenya ada di artikel stok opname tanpa menutup toko.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Bonus dibawa pulang pemilik tanpa dicatat. Ini pengambilan barang pribadi dan harus dicatat sebagai pemakaian, bukan dibiarkan jadi selisih.
  • Bonus dijual lebih murah karena dianggap "gratis". Pembeli tidak tahu dan tidak peduli asal barangnya; jual dengan harga normal, karena bonus itu margin Anda, bukan diskon untuk pembeli.
  • Bonus dicatat terpisah minggu berikutnya, sehingga margin di laporan mingguan sebelumnya terlihat lebih rendah dari kenyataan.
  • Diskon pembelian dicatat sebagai bonus barang atau sebaliknya. Keduanya menurunkan HPP, tapi lewat jalur berbeda, dan salah jalur membuat jumlah stok atau nilai persediaan meleset.

HPP rata-rata otomatis di FreeKasir

FreeKasir adalah aplikasi kasir gratis tanpa iklan yang berjalan offline-first: transaksi disimpan di perangkat lebih dulu, lalu tersinkron ke FreeKasir Cloud secara berkala saat online. HPP dihitung dengan metode rata-rata, sehingga saat Anda mencatat penerimaan 11 unit dengan total pembelian sebesar harga 10 unit, HPP produk itu langsung diperbarui dan laporan margin menampilkan tambahan keuntungan dari bonus supplier pada hari yang sama. Stok di sistem tetap cocok dengan rak, dan selisih opname positif yang misterius berhenti muncul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana mencatat barang bonus beli 10 gratis 1 di aplikasi kasir?

Catat sebagai stok masuk 11 unit dengan total pembelian sebesar harga 10 unit, atau tambahkan baris 1 unit dengan harga beli Rp0 dalam pembelian yang sama. Dengan metode HPP rata-rata, sistem otomatis menghitung HPP baru sebagai total pembelian dibagi 11, sehingga bonus itu menurunkan HPP setiap unit, bukan menghilang dari catatan.

Kenapa barang bonus tidak boleh dicatat dengan harga beli normal?

Karena nilai persediaan Anda akan menggelembung sebesar harga barang yang sebenarnya tidak Anda bayar, dan HPP tetap tinggi seolah bonusnya tidak ada. Akibatnya laba kotor terlihat lebih kecil dari kenyataan, dan keuntungan dari bonus supplier tidak pernah muncul di laporan.

Bagaimana kalau bonusnya barang lain, misalnya beli 1 karton dapat mug?

Pisahkan. Kalau mug itu akan dijual, daftarkan sebagai produk baru dengan HPP Rp0 sehingga seluruh harga jualnya menjadi laba. Kalau dipakai untuk keperluan toko, jangan masukkan ke stok dagangan sama sekali. Jangan mencampurnya ke harga beli produk utama, karena itu membuat HPP produk utama menjadi salah.

Apa beda bonus barang dengan diskon pembelian dari supplier?

Bonus barang menambah jumlah unit tanpa menambah biaya, sehingga HPP turun lewat pembagi yang lebih besar. Diskon pembelian mengurangi total yang Anda bayar untuk jumlah unit yang sama, sehingga HPP turun lewat pembilang yang lebih kecil. Keduanya menurunkan HPP, tapi cara mencatatnya berbeda: bonus dicatat sebagai unit tambahan, diskon dicatat sebagai pengurang harga beli.

Ingin Mengelola Toko Lebih Mudah?

Gunakan FreeKasir untuk mencatat penjualan, menghitung HPP, dan memantau stok otomatis secara real-time. 100% gratis, offline-first, dan data tersinkron aman ke cloud!

Mulai Gunakan FreeKasir