Banyak Merek atau Sedikit Merek? Cara Memilih Ragam Barang Warung dengan Modal Terbatas
Untuk warung bermodal terbatas, menjual dua merek per jenis barang, yaitu yang paling laku dan satu alternatif yang lebih murah, biasanya menghasilkan laba per modal jauh lebih tinggi daripada menjual banyak merek. Dalam ilustrasi artikel ini, tiga merek tambahan menambah laba Rp4.000 per minggu tetapi menahan modal Rp432.000 di rak.
Menambah merek terasa seperti melayani pembeli lebih baik. Sales datang menawarkan merek baru dengan bonus, pembeli sesekali menanyakan merek yang tidak ada, dan rak yang penuh terlihat meyakinkan. Masalahnya, setiap merek punya pembelian minimum, biasanya satu dus atau satu renteng. Merek yang dicari dua orang seminggu tetap harus dibeli satu dus, dan dus itu bisa diam di rak berbulan-bulan sambil kemasannya berdebu.
Berapa laba per modal tiap pilihan?
Tabel berikut adalah ilustrasi untuk sabun cuci piring kemasan isi ulang dengan harga beli Rp6.000, harga jual Rp7.000, dan pembelian minimum satu dus isi 24 per merek. Permintaannya 40 bungkus per minggu: merek utama 20, merek kedua 14, dan tiga merek kecil masing-masing 2. Bila hanya ada dua merek, sebagian pembeli merek kecil mau berganti merek dan sebagian pergi, sehingga yang tertangkap 36 bungkus. Harga dan pola permintaan berbeda di tiap warung; ganti dengan angka Anda.
| Komponen | 2 merek | 5 merek |
|---|---|---|
| Terjual per minggu | 36 bungkus | 40 bungkus |
| Laba kotor per minggu | Rp36.000 | Rp40.000 |
| Modal di rak (satu dus per merek) | Rp288.000 | Rp720.000 |
| Laba per minggu per modal | 12,5% | 5,6% |
| Waktu satu dus habis, merek paling lambat | Sekitar 1,5 minggu | Sekitar 12 minggu |
Tiga merek tambahan menambah laba Rp4.000 per minggu dengan modal tambahan Rp432.000. Bila uang yang sama dipakai untuk jenis barang lain yang perputarannya seperti merek utama, laba per minggunya bisa sekitar Rp54.000. Merek kecil juga punya risiko yang tidak tampak di tabel: dus yang butuh 12 minggu untuk habis lebih mungkin rusak, kedaluwarsa, atau tertinggal harga. Konsep perputaran ini dibahas di artikel perputaran stok.
Apa beda tiap strategi ragam barang?
| Strategi | Bagi pembeli | Bagi modal | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Satu merek per jenis | Pilihan sempit, sebagian pembeli pergi | Paling ringan | Barang yang pembelinya tidak peduli merek, seperti garam dan korek |
| Dua merek: terlaris dan alternatif murah | Cukup untuk sebagian besar pembeli | Ringan dan cepat berputar | Sebagian besar kebutuhan harian |
| Banyak merek | Paling lengkap | Berat, banyak dus lambat | Toko besar dengan pembeli dari area luas |
| Campuran: dua merek di rak, merek lain lewat pesanan | Pembeli setia merek tetap terlayani | Ringan, tanpa dus lambat | Warung dengan pelanggan tetap |
Barang apa yang layak diberi banyak pilihan merek?
Pembedanya adalah kesetiaan merek. Untuk sabun cuci piring, tisu, gula, dan mi instan rasa umum, sebagian besar pembeli mau berganti merek bila merek biasanya tidak ada. Untuk susu anak, popok, dan beberapa jenis kopi kemasan, pembeli cenderung mencari di toko lain karena anak cocok dengan satu merek atau seleranya sudah terbentuk. Barang jenis kedua layak diberi tiga merek, sedangkan jenis pertama cukup dua. Ragam barang yang tepat juga salah satu cara warung bersaing dengan toko modern, seperti dibahas di artikel bertahan saat minimarket buka.
Bagaimana merapikan ragam barang yang sudah terlanjur banyak?
- Ambil laporan penjualan per produk dua sampai tiga bulan terakhir dan kelompokkan per jenis barang.
- Urutkan merek di tiap jenis dari yang paling laku. Biasanya satu atau dua merek menyumbang sebagian besar penjualan.
- Tandai merek yang satu dusnya butuh lebih dari dua bulan untuk habis.
- Jangan beli ulang merek yang ditandai. Habiskan sisanya, bila perlu dengan diskon kecil. Caranya ada di artikel stok mati.
- Tawarkan pesanan untuk pelanggan setia merek itu: catat nama dan nomornya, lalu belikan saat kulakan berikutnya.
- Pakai modal yang terbebas untuk jenis barang yang sering ditanyakan pembeli tetapi belum ada. Pilihan tempat kulakannya dibahas di perbandingan kulakan grosir dan sales kanvas.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Menerima setiap merek baru dari sales karena bonusnya, tanpa menghitung berapa lama satu dus akan habis.
- Menilai merek dari laba per bungkus, bukan dari laba per minggu dibanding modal yang tertahan.
- Memperlakukan semua barang sama, padahal susu anak dan sabun cuci piring punya kesetiaan merek yang sangat berbeda.
- Terus menyetok merek yang hanya dicari satu pelanggan, padahal pelanggan itu bisa dilayani lewat pesanan.
- Mengukur dari ingatan, bukan laporan, sehingga merek yang terasa laku ternyata habis tiga bulan sekali.
FreeKasir untuk warung yang ingin modalnya berputar
FreeKasir adalah aplikasi kasir gratis tanpa iklan yang berjalan offline-first: transaksi disimpan di perangkat lebih dulu, lalu tersinkron ke FreeKasir Cloud secara berkala saat online. Laporan produk terlaris memperlihatkan merek mana yang benar-benar laku di tiap jenis barang, dan laporan penjualan serta stok bisa diekspor ke Excel untuk menghitung berapa minggu satu dus habis. Tanpa batas jumlah produk, Anda bebas mencoba merek baru, lalu menghentikannya bila datanya menunjukkan perputaran yang lambat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa merek yang ideal untuk satu jenis barang di warung?
Untuk kebanyakan barang, dua merek sudah cukup: satu yang paling laku dan satu alternatif yang lebih murah. Tiga merek masuk akal untuk barang yang pembelinya setia merek, seperti susu anak dan popok. Di atas itu, merek tambahan biasanya menahan modal lebih banyak daripada laba yang ditambahkannya.
Apakah pembeli akan pindah ke toko lain jika merek kesukaannya tidak ada?
Tergantung barangnya. Untuk sabun cuci piring, tisu, dan gula, sebagian besar pembeli mau mengganti merek. Untuk susu anak, popok, dan obat yang diresepkan dokter, pembeli cenderung mencari di toko lain. Barang jenis kedua inilah yang layak diberi pilihan merek lebih banyak.
Bagaimana tahu merek mana yang perlu dihentikan?
Lihat laporan penjualan per produk selama dua sampai tiga bulan. Merek yang satu dus atau satu renteng-nya butuh lebih dari dua bulan untuk habis, padahal merek lain di jenis yang sama laku tiap minggu, adalah kandidat utama untuk dihentikan atau hanya dijual lewat pesanan.
Lebih baik menambah merek atau menambah jenis barang baru?
Biasanya jenis barang baru yang dicari pembeli sekitar, karena ia membawa pembeli dan permintaan baru. Merek tambahan hanya membagi permintaan yang sudah ada. Dalam ilustrasi artikel ini, modal Rp432.000 menghasilkan tambahan laba Rp4.000 per minggu bila dipakai untuk tiga merek tambahan, tetapi sekitar Rp54.000 bila dipakai untuk jenis barang yang laku seperti merek utama.
Ingin Mengelola Toko Lebih Mudah?
Gunakan FreeKasir untuk mencatat penjualan, menghitung HPP, dan memantau stok otomatis secara real-time. 100% gratis, offline-first, dan data tersinkron aman ke cloud!
Mulai Gunakan FreeKasir