Kembali ke Blog
Panduan Aplikasi

Aplikasi Kasir Toko Sparepart Motor Gratis: Nomor Part, Kecocokan Tipe & Ori vs KW

Tim FreeKasir24 September 20267 menit membaca

Aplikasi kasir toko sparepart berdiri di atas satu keputusan: pakai nomor part sebagai kode produk, cantumkan kecocokan tipe motor di keterangan, dan pisahkan barang orisinal dari KW sebagai produk berbeda. Tiga hal itu menentukan apakah katalog ribuan item bisa dicari dalam hitungan detik, dan apakah laporan margin Anda berarti apa-apa.

Toko sparepart berbeda dari bengkel. Bengkel menjual jasa dengan onderdil sebagai pelengkap; toko sparepart hidup murni dari barang, dengan ribuan SKU yang sebagian besar jarang laku tapi harus ada saat dicari. Modal yang tertahan di rak jauh lebih besar daripada di warung kelontong.

Kenapa nomor part, bukan nama populer?

Nama populer ambigu dan berbeda-beda antar-orang. "Kampas rem Beat" bisa berarti depan atau belakang, ori atau KW, tahun berapa. Nomor part tidak ambigu, dan yang terpenting, ia sama dengan yang dipakai distributor saat Anda memesan ulang.

Kolom Isi Fungsi
Kode produk Nomor part, misal 06455-KVB-901 Pencarian pasti, cocok dengan katalog distributor
Nama produk Kampas Rem Depan Beat/Vario Ori Pencarian dengan kata yang diucapkan pembeli
Keterangan Cocok: Beat FI, Vario 110, Scoopy 2013–2019 Menjawab "motor saya cocok tidak?"
HPP Harga beli dari distributor Margin per barang, bukan per kategori
Lokasi rak Misal B-03-12 Menemukan barang tanpa menghafal

Nomor part di atas hanya contoh format; pakai nomor yang tertera pada kemasan dan katalog distributor Anda. Untuk barang tanpa barcode pabrik, cetak label sendiri berisi nomor part, caranya di artikel membuat label barcode sendiri.

Ori, OEM, dan KW: tiga barang, tiga produk

Ilustrasi struktur harga untuk satu jenis kampas rem:

Tingkat HPP Harga Jual Margin Pembeli Biasanya
Orisinal pabrikan Rp58.000 Rp75.000 Rp17.000 (23%) Motor baru, pemilik yang cari aman
OEM / merek aftermarket dikenal Rp32.000 Rp48.000 Rp16.000 (33%) Bengkel langganan
KW / imitasi Rp12.000 Rp25.000 Rp13.000 (52%) Motor tua, anggaran terbatas

Perhatikan polanya: margin rupiah ketiganya mirip, tapi margin persennya terbalik. Kalau ketiganya digabung menjadi satu produk, HPP rata-rata akan berada di antara Rp12.000 dan Rp58.000, dan setiap penjualan melaporkan margin yang salah. Angka di atas ilustrasi; sesuaikan dengan harga distributor Anda. Sebutkan tingkat kualitas secara jujur ke pembeli, karena kepercayaan adalah modal toko sparepart, seperti dibahas di artikel transparansi harga.

Modal yang tidur di rak

Ini penyakit khas toko sparepart. Barang tidak kedaluwarsa, jadi tidak ada alarm alami. Sementara itu tipe motornya menua, dan permintaan menghilang pelan-pelan tanpa ada yang menyadari.

  1. Catat tanggal barang masuk setiap kedatangan, agar umur stok terbaca.
  2. Tinjau tiap enam bulan. Pisahkan barang yang tidak bergerak di atas 12 bulan.
  3. Tawarkan ke bengkel langganan dengan harga mendekati modal; bengkel memakainya untuk motor lama yang masih beredar.
  4. Cek kesepakatan retur distributor selagi masih berlaku, mengikuti prinsip di artikel mengelola retur barang.
  5. Kurangi pemesanan ulang untuk tipe motor yang sudah jarang terlihat di jalan.

Cara mengukur barang mana yang benar-benar berputar ada di artikel perputaran stok barang.

Bengkel langganan: piutang dan harga khusus

  • Harga bertingkat, bukan potongan dari ingatan. Harga bengkel dipasang sebagai tingkat harga pada produk yang sama, seperti di artikel strategi pricing grosir vs eceran.
  • Catat pengambilan sebagai piutang bernama saat barang keluar, bukan saat ditagih; nilainya cepat menumpuk karena bengkel mengambil setiap hari.
  • Tetapkan plafon dan hari tagih tetap, mengikuti panduan mengelola piutang pelanggan.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Katalog memakai nama populer saja, sehingga pemesanan ulang ke distributor sering salah barang.
  • Ori dan KW digabung, membuat margin kedua-duanya tidak bisa dipercaya.
  • Satu part diduplikasi per tipe motor, sehingga stoknya terpecah dan terlihat aman padahal hampir habis.
  • Lokasi rak hanya di kepala pemilik. Saat pemilik tidak ada, penjualan berhenti.
  • Stok mati tidak pernah ditinjau, dan modal terkunci bertahun-tahun di barang untuk motor yang sudah langka.

FreeKasir untuk toko sparepart Anda

FreeKasir adalah aplikasi kasir gratis tanpa iklan yang berjalan offline-first: transaksi disimpan di perangkat lebih dulu, lalu tersinkron ke FreeKasir Cloud secara berkala saat online. Tidak ada batas jumlah produk, sehingga katalog ribuan nomor part tertampung; kode produk bebas Anda tentukan sesuai nomor part, keterangan menampung daftar kecocokan tipe motor dan lokasi rak, dan harga bertingkat melayani pembeli eceran maupun bengkel langganan. Laporan per produk memperlihatkan mana yang berputar dan mana yang hanya menempati rak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana menyusun katalog sparepart yang jumlahnya ribuan?

Pakai nomor part sebagai kode produk, bukan nama populer. Nomor part unik per barang dan sama dengan yang tertera di katalog distributor, sehingga pencarian di kasir cocok dengan pencarian saat memesan ulang. Nama populer seperti 'kampas rem Beat' dipakai di kolom nama agar kasir tetap bisa mencari dengan kata yang biasa diucapkan pembeli.

Bagaimana mencatat kecocokan satu part dengan banyak tipe motor?

Cantumkan daftar tipe yang cocok di kolom keterangan produk, bukan membuat produk terpisah per tipe. Satu kampas rem yang cocok untuk lima tipe tetap satu barang dengan satu stok; menduplikasinya menjadi lima produk membuat stok terpecah dan pemesanan ulang jadi salah hitung.

Apakah barang ori dan KW harus jadi produk terpisah?

Wajib. Keduanya barang berbeda dengan harga beli dan harga jual yang bisa berbeda tiga sampai lima kali lipat, meski bentuknya mirip. Menggabungkannya membuat HPP rata-rata tercampur, sehingga margin kedua-duanya salah dan Anda tidak tahu mana yang sebenarnya menghidupi toko.

Bagaimana menangani sparepart yang tidak laku bertahun-tahun?

Pantau umur stok, bukan hanya jumlahnya. Sparepart tidak basi, jadi mudah dibiarkan menumpuk sampai tipe motornya sendiri sudah langka. Tinjau setiap enam bulan: barang yang tidak bergerak di atas satu tahun sebaiknya ditawarkan ke bengkel langganan dengan harga modal, atau dikembalikan ke distributor bila kesepakatan returnya masih berlaku.

Ingin Mengelola Toko Lebih Mudah?

Gunakan FreeKasir untuk mencatat penjualan, menghitung HPP, dan memantau stok otomatis secara real-time. 100% gratis, offline-first, dan data tersinkron aman ke cloud!

Mulai Gunakan FreeKasir