Kembali ke Blog
Panduan Aplikasi

Aplikasi Kasir Angkringan Gratis: Hitung Tusuk, Menu Titipan & Kas Malam

Tim FreeKasir18 September 20267 menit membaca

Aplikasi kasir angkringan harus menangani alur yang terbalik dari toko biasa: pembeli mengambil sendiri, makan dulu, dan membayar belakangan setelah tusuk dan bungkusnya dihitung. Ditambah dua ciri lain, yaitu sebagian menu adalah titipan pemasok rumahan yang harus disetor malam itu juga, dan kas yang ditutup lewat tengah malam dengan uang receh. Yang dibutuhkan bukan pemindai barcode, melainkan input jumlah per kategori dalam hitungan detik, pemisahan menu sendiri dari menu titipan, dan penutupan kas per malam.

Karena harga per item kecil, kesalahan terasa remeh. Padahal salah hitung dua tusuk per pembeli pada 80 pembeli semalam adalah Rp320.000 sebulan yang menguap, dan setoran ke pemasok yang tidak dipisah membuat laba terlihat ada padahal uangnya milik orang lain.

Dari mana laba angkringan sebenarnya datang?

Ilustrasi harga dan HPP; sesuaikan dengan harga setor pemasok dan bahan di daerah Anda.

Menu Asal Harga Jual HPP / Harga Setor Margin
Nasi kucing Titipan Rp2.500 Rp1.700 Rp800 (32%)
Sate usus / telur puyuh Titipan Rp2.000 Rp1.300 Rp700 (35%)
Gorengan Titipan Rp1.000 Rp650 Rp350 (35%)
Teh manis Sendiri Rp3.000 Rp800 Rp2.200 (73%)
Wedang jahe Sendiri Rp4.000 Rp1.300 Rp2.700 (68%)
Kopi joss Sendiri Rp5.000 Rp1.600 Rp3.400 (68%)

Polanya jelas: makanan mendatangkan orang, minuman menghasilkan laba. Satu gelas wedang jahe menyumbang margin setara delapan gorengan. Tanpa pencatatan per menu, fakta ini tidak terlihat, dan pemilik angkringan sibuk menambah variasi gorengan yang marginnya paling tipis. HPP minuman racikan sendiri dihitung dengan cara di panduan HPP usaha kuliner.

Bagaimana mencatat "makan dulu, bayar belakangan" tanpa antre?

  1. Kelompokkan menu per harga, bukan per nama. Semua sate Rp2.000 masuk satu tombol; semua gorengan Rp1.000 satu tombol. Kasir mengetik jumlah, bukan mencari nama.
  2. Bedakan tusuk per kelompok harga: tusuk bambu polos untuk Rp2.000, tusuk berwarna atau lebih pendek untuk Rp1.500. Hitungannya jadi sekali lihat.
  3. Urutan tetap: hitung tusuk, hitung bungkus nasi, tanya minuman, masukkan tiga sampai empat angka, sebut total.
  4. Satu pembeli, satu transaksi. Rombongan yang membayar bersama dicatat sebagai satu transaksi; yang membayar sendiri-sendiri dipisah, supaya jumlah pembeli per malam tidak menipu.
  5. Simpan tombol minuman di layar yang sama dengan makanan, karena hampir setiap pembeli memesan keduanya.

Kecepatan input ini yang menentukan saat jam ramai pukul 20.00 sampai 23.00, dengan prinsip yang sama seperti artikel mengelola kasir saat jam sibuk.

Bagaimana memisahkan menu sendiri dari menu titipan?

Sebagian besar makanan angkringan dititipkan pemasok rumahan setiap sore dan disetor malam itu juga berdasarkan yang terjual. Uang di laci malam itu sebagian besar milik mereka.

Pemasok Dititipkan Sisa Dikembalikan Terjual Harga Setor Setoran Malam Ini
Bu Sri (nasi kucing) 60 8 52 Rp1.700 Rp88.400
Pak Jo (sate-satean) 120 15 105 Rp1.300 Rp136.500
Mbak Nur (gorengan) 150 22 128 Rp650 Rp83.200

Dari omzet makanan sekitar Rp468.000 malam itu, Rp308.100 adalah setoran pemasok; milik angkringan hanya sekitar Rp160.000, ditambah seluruh margin minuman. Beri penanda pemasok pada nama produk dan isi HPP dengan harga setor, maka angka terjual per pemasok tersedia dari laporan tanpa menghitung ulang tusuk bekas. Aturan lengkapnya, termasuk siapa menanggung barang basi, ada di artikel mencatat barang titip jual.

Bagaimana menutup kas malam yang penuh uang receh?

  • Tutup kas setiap malam sebelum menyetor ke pemasok, bukan setelahnya. Total penjualan menurut catatan dibandingkan dengan uang fisik dulu; baru setoran dibagikan.
  • Pisahkan uang besar dari receh sejak jam ramai. Pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 dipindahkan ke kotak terpisah tiap jam, sehingga laci tidak menumpuk dan penghitungan tengah malam lebih cepat.
  • Terima QRIS untuk mengurangi receh. Pembeli angkringan makin terbiasa memindai untuk Rp12.000; catat sebagai metode terpisah supaya laci dan rekening bisa dicocokkan. Cara mendaftarnya ada di panduan daftar QRIS UMKM.
  • Kalau dua orang berjaga bergantian, tutup kas saat pergantian, mengikuti prosedur serah terima shift kasir.

Biaya malam yang sering luput

Arang atau gas untuk merebus air sepanjang malam, es batu, plastik dan kertas nasi, listrik lampu, sewa lapak, serta iuran lingkungan yang besarnya berbeda tiap lokasi. Untuk angkringan kecil, biaya tetap semalam mudah mencapai Rp80.000 sampai Rp120.000. Dengan margin rata-rata sekitar Rp1.200 per item, itu berarti sekitar 70 sampai 100 item pertama setiap malam hanya untuk menutup biaya, dan laba baru dimulai setelahnya. Cara menghitung titik impasnya ada di artikel break-even point.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menaksir untung dari penuhnya tikar. Tikar penuh pembeli gorengan dan nasi kucing bisa menghasilkan laba lebih kecil daripada tikar setengah penuh pembeli wedang.
  • Setoran pemasok dihitung dari ingatan atau dari tusuk bekas yang sudah tercampur.
  • Harga tidak naik saat gas dan gula naik, padahal minuman adalah sumber laba utama.
  • QRIS tidak dicatat karena "sudah masuk rekening", sehingga jumlah pembeli dan menu terjual berlubang.
  • Makan sendiri dan mentraktir teman tidak dicatat, lalu menjadi selisih setoran dengan pemasok.

FreeKasir untuk angkringan Anda

FreeKasir adalah aplikasi kasir gratis tanpa iklan yang berjalan offline-first: transaksi disimpan di perangkat lebih dulu, lalu tersinkron ke FreeKasir Cloud secara berkala saat online. Anda bisa menyusun tombol per kelompok harga dan memasukkan jumlah sekaligus, memberi penanda pemasok pada menu titipan dengan HPP sebesar harga setor, mencatat QRIS terpisah dari tunai, dan menutup kas setiap malam. Karena berjalan offline-first, pencatatan tetap lancar di pinggir jalan yang sinyalnya timbul-tenggelam, dan tidak ada biaya bulanan yang memotong margin gorengan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana mencatat menu angkringan yang harganya Rp1.000 sampai Rp5.000 tanpa memperlambat pembeli?

Susun tombol per kategori harga, bukan per menu, dan masukkan jumlahnya sekaligus. Pembeli membawa piring berisi 4 tusuk sate usus, 2 gorengan, dan 1 nasi kucing: kasir menghitung tusuk dan bungkus, lalu memasukkan tiga angka, bukan mengetik tujuh item. Bedakan bentuk atau warna tusuk untuk tiap kelompok harga supaya hitungannya sekali lihat.

Bagaimana mencatat menu titipan pemasok di angkringan?

Beri penanda pemasok pada nama produk, isi HPP dengan harga setor, dan catat jumlah yang dititipkan setiap sore. Malamnya, terjual sama dengan dititipkan dikurangi sisa yang dikembalikan, dan setoran sama dengan terjual dikali harga setor. Tanpa pemisahan ini, uang milik pemasok tercampur dengan laba Anda sendiri.

Berapa margin angkringan yang wajar?

Makanan titipan bermargin tipis, sekitar 25 sampai 40%, karena harga setor pemasok sudah memuat laba mereka. Minuman buatan sendiri seperti wedang jahe, kopi, dan teh bermargin 60 sampai 75%. Angkringan yang sehat mendapat sebagian besar labanya dari minuman, meski sebagian besar omzetnya dari makanan.

Apakah angkringan perlu printer struk?

Umumnya tidak, karena pembeli angkringan jarang meminta struk. Yang dibutuhkan adalah pencatatannya, bukan cetakannya: setiap transaksi harus tercatat agar setoran ke pemasok, laba per menu, dan kas malam bisa dihitung. Printer bisa ditambahkan belakangan bila ada pelanggan rombongan atau kantor yang butuh bukti.

Ingin Mengelola Toko Lebih Mudah?

Gunakan FreeKasir untuk mencatat penjualan, menghitung HPP, dan memantau stok otomatis secara real-time. 100% gratis, offline-first, dan data tersinkron aman ke cloud!

Mulai Gunakan FreeKasir